PASEK SASAK Kembali Demo BULOG NTB, Tuntut Pimpinan Wilayah Dicopot
MATARAM, Kamis, 2 Juli 2026 – Perhimpunan Pemuda Sasak (PASEK SASAK) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Kantor Perum BULOG Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (2/7). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas dugaan kelalaian pengawasan dalam kasus beras oplosan yang sebelumnya mencuat di NTB.
Dalam aksi itu, massa membawa berbagai poster tuntutan, pengeras suara, serta replika pocong bertuliskan "Pejabat BULOG". Replika tersebut kemudian dibakar sebagai simbol penolakan terhadap praktik mafia pangan dan tuntutan agar dugaan penyimpangan tidak berhenti pada pelaku lapangan.
Koordinator Umum Aksi, Rasyid Fakhrozi, menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan meminta pertanggungjawaban moral dan administratif pimpinan BULOG NTB, bukan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
"Kasus beras oplosan tidak boleh berhenti pada penangkapan beberapa pelaku lapangan. Yang harus dipertanyakan adalah siapa yang gagal mengawasi sehingga praktik itu bisa berlangsung. Seorang pimpinan tidak boleh berlindung di balik proses hukum. Kepemimpinan harus bertanggung jawab," tegas Rasyid.
Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh jaminan bahwa distribusi pangan dijalankan secara bersih, transparan, dan akuntabel. Karena itu, PASEK SASAK mendesak Menteri BUMN dan Direktur Utama Perum BULOG segera mengevaluasi sekaligus mencopot Pimpinan Wilayah BULOG NTB.
BULOG Tidak Temui Massa
PASEK SASAK menyatakan kekecewaannya karena hingga seluruh rangkaian aksi selesai, pihak BULOG NTB tidak menemui peserta aksi. Massa mengaku telah memberikan tambahan waktu sekitar 30 menit setelah orasi berakhir agar pimpinan bersedia berdialog, namun tidak mendapat respons.
"Sikap tersebut menunjukkan minimnya keterbukaan kepada publik. Kami datang membawa aspirasi rakyat, bukan membuat keributan," ujar Rasyid.
Enam Tuntutan Massa
Dalam aksi tersebut, PASEK SASAK menyampaikan enam tuntutan, yakni:
1. Mendesak Menteri BUMN dan Direktur Utama Perum BULOG mencopot Pimpinan Wilayah BULOG NTB.
2. Membuka hasil audit investigatif kasus beras oplosan kepada publik.
3. Mempublikasikan hasil evaluasi dan reformasi sistem pengawasan distribusi beras.
4. Memutus kerja sama dengan mitra yang terbukti melakukan pelanggaran.
5. Membentuk sistem pengawasan bersama yang melibatkan masyarakat sipil, akademisi, media, organisasi kepemudaan, dan aparat penegak hukum.
6. Mendesak aparat penegak hukum mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa berhenti pada pelaku lapangan.
Aksi ditutup dengan pembakaran replika pocong sebagai simbol perlawanan terhadap praktik mafia pangan. PASEK SASAK menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah dan manajemen Perum BULOG. (RED)
SUMBER: Rilis resmi Perhimpunan Pemuda Sasak (PASEK SASAK), Kamis, 2 Juli 2026.
CATATAN REDAKSI: Hingga berita ini ditayangkan, keterangan dari pihak Perum BULOG Wilayah NTB terkait tuntutan massa sebagaimana disampaikan dalam rilis aksi belum diperoleh. Apabila terdapat tanggapan atau klarifikasi dari BULOG NTB, Metromini Media akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.
