Kodim 1608/Bima Resmikan Command Center dan Uma Lengge, Padukan Teknologi dengan Pelestarian Budaya
KOTA BIMA – Komando Distrik Militer (Kodim) 1608/Bima resmi meresmikan Command Center, ruang staf baru, serta bangunan ikonik Uma Lengge di Makodim 1608/Bima, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bima, Rabu malam (24/6/2026).
Peresmian yang mengusung tema "Melestarikan Budaya, Merawat Warisan, Membangun Kebersamaan" tersebut menjadi simbol sinergi antara pemanfaatan teknologi modern dalam sistem komando militer dengan upaya pelestarian budaya lokal Bima.
Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., mengatakan keberadaan Command Center diharapkan mampu meningkatkan efektivitas sistem komando, pengawasan, serta penyampaian informasi secara cepat dan akurat.
Menurutnya, pembangunan Uma Lengge di lingkungan Makodim bukan sekadar menghadirkan bangunan tradisional, tetapi menjadi simbol ketahanan, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Bima yang harus terus dijaga.
Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin, S.E., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Kodim 1608/Bima. Ia menilai keberadaan Command Center akan memperkuat koordinasi lintas sektor antara TNI dan Pemerintah Kota Bima, sementara Uma Lengge menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Acara berlangsung dengan nuansa adat Bima melalui penampilan tari tradisional, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga pembacaan naskah lontar kuno oleh Komunitas Budaya Bima.
Ketua Museum Samparaja Bima, Dr. Dewi Ratna Muchlisa, M.Hum., menyampaikan bahwa pembacaan naskah kuno beraksara Arab Melayu (Jawi) merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Bima yang saat ini sedang diusulkan sebagai Memory of the World UNESCO.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 tamu undangan, terdiri dari unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Bima, pimpinan BUMN, tokoh agama, budayawan, serta tokoh masyarakat. Momentum ini diharapkan semakin mempererat sinergi seluruh elemen dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kelestarian budaya di Bima. (RED)
