BARDAM NUSA Kota Bima Kritik Wali Kota Dinilai Minim Respons terhadap Berbagai Persoalan Daerah
KOTA BIMA - Barisan Pemuda Bima Nusantara (BARDAM NUSA) Kota Bima melontarkan kritik keras terhadap Wali Kota Bima yang dinilai kurang menunjukkan kepedulian dan respons terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ketua Umum BARDAM NUSA Kota Bima, Bayu Pebuardi, SH, mengatakan kepala daerah semestinya hadir dan memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang menjadi keresahan masyarakat, bukan hanya tampil dalam kegiatan seremonial maupun program-program yang bersifat pencitraan.
Menurut Bayu, dalam beberapa waktu terakhir Kota Bima dihadapkan pada sejumlah persoalan serius yang seharusnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Bima.
"Mulai dari kasus kematian seorang pekerja kafe, kematian seorang perempuan asal luar Bima di sebuah rumah kos di Kelurahan Melayu, berbagai kasus kriminal dan pembunuhan, maraknya aktivitas galian C ilegal, peredaran narkoba, persoalan dugaan kebocoran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hingga polemik distribusi LPG 3 kilogram yang sejauh ini dinilai hanya sebatas omongan tanpa penyelesaian nyata. Berbagai persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bima dan mendapat langkah konkret dari Wali Kota, bukan sekadar menjadi isu yang berlalu tanpa solusi," tegas Bayu, Senin (30/6/2026).
Ia menilai seorang kepala daerah tidak cukup hanya menyampaikan program pembangunan, tetapi juga harus hadir memberikan sikap dan kepemimpinan terhadap berbagai persoalan yang menyangkut keamanan, ketertiban, serta kepentingan masyarakat luas.
Bayu menegaskan, maraknya peredaran narkoba, aktivitas galian C ilegal, hingga dugaan kebocoran penerimaan pajak MBLB merupakan persoalan yang berdampak langsung terhadap daerah dan perlu mendapat perhatian serius pemerintah.
Selain itu, polemik distribusi LPG 3 kilogram yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat juga dinilai belum menunjukkan penyelesaian yang jelas.
"Banyak persoalan yang membutuhkan keberanian pemerintah untuk mengambil langkah nyata. Masyarakat tentu ingin melihat Wali Kota hadir memberikan solusi, bukan hanya sekadar menyampaikan pernyataan tanpa tindak lanjut," ujarnya.
BARDAM NUSA Kota Bima berharap Pemerintah Kota Bima lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna memastikan setiap persoalan dapat ditangani secara serius.
"Jabatan kepala daerah adalah amanah. Karena itu, masyarakat menaruh harapan besar agar Wali Kota mampu menjadi pemimpin yang hadir di tengah setiap persoalan yang dihadapi warga," tutup Bayu.
Hingga berita ini diterbitkan, Wali Kota Bima masih dimintai tanggapannya terkait kritik yang disampaikan BARDAM NUSA Kota Bima. (RED)
