TOKOH MASYARAKAT KOTA BIMA BERSUARA: “JANGAN GANTUNG NASIB GURU!”
#KOTA BIMA – Kasus yang menimpa guru senior Emi Suriani kini memantik reaksi keras dari tokoh masyarakat dan pemuda di Kota Bima. Kritik tajam diarahkan ke Dinas Dikpora yang dinilai lalai dalam perencanaan mutasi guru.
Salah satu suara datang dari tokoh pemuda Kota Bima, H. Armansyah melalui akun Facebooknya Arman Armansyah, yang mengaku persoalan serupa bukan hal baru.
“Saya ini anak seorang guru. Apa yang dirasakan ibu Emi sekarang, dulu juga pernah dirasakan orang tua kami,” tegas ASN yang pensiun dini warga asal Lingkungan Gilipanda, Kelurahan Serae, Kota Bima, Kamis, 16 April 2026.
Ia menceritakan, orang tuanya pernah mengalami nasib serupa—dipindahkan dari jabatan kepala sekolah menjadi guru biasa di wilayah lain tanpa perencanaan matang.
#PERTANYAAN KRITIS UNTUK DINAS DIKPORA
Ia secara terbuka mempertanyakan kinerja Dinas Dikpora Kota Bima, khususnya terkait analisis jabatan dan formasi guru.
“Apakah analisa jabatan dan analisa formasi guru itu benar-benar dilakukan sebelum mutasi?” ujar pengusaha yang tinggal di Labuan Bajo itu.
Menurutnya, jika analisis dilakukan dengan benar, maka tidak akan terjadi kasus guru “dipindahkan tanpa jam mengajar” seperti yang dialami Ibu Emi.
Ia menilai, mutasi tanpa perhitungan kebutuhan riil hanya akan melahirkan masalah baru di lapangan.
#JANGAN GANTUNG NASIB ORANG
Lebih jauh, Arman menyoroti dampak kebijakan yang dinilai tidak manusiawi.
“Jangan gantung nasib orang, itu tidak baik,” katanya lugas.
Ia mendesak agar SK yang diterbitkan segera ditinjau ulang, atau setidaknya dilakukan penempatan ulang ke sekolah yang benar-benar membutuhkan tenaga guru PJOK.
#SLOGAN ‘KOTA BIMA BISA’ DIPERTARUHKAN
Arman juga menyentil slogan kebanggaan daerah.
“Slogan Kota Bima ‘BISA’ jangan sampai berubah jadi ‘TIDAK BISA’ hanya karena tata kelola yang amburadul,” kritiknya.
Menurutnya, kasus ini bukan sekadar soal satu guru, tapi menyangkut kredibilitas pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan.
#DESAK EVALUASI TOTAL
Desakan publik kini mengarah pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem mutasi dan distribusi guru di Kota Bima.
Kasus Ibu Emi Suriani menjadi simbol kegagalan sistem yang tidak sinkron antara administrasi dan kebutuhan riil di sekolah.
Jika dibiarkan, bukan hanya guru yang dirugikan—tetapi juga kualitas pendidikan di daerah. (#RED/AI/Mawardy)
#BACA JUGA:
GURU 30 TAHUN MENGABDI ‘DIGANTUNG’ SISTEM: SK ADA, JAM MENGAJAR TAK ADA
#LINK:
https://www.facebook.com/share/p/1XhGeKZcpb/
📷: Dok. Media Metromini/AI
#JanganGantungGuru
#KeadilanUntukGuru
#BimaBisaAtauTidak
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
Kalau mau, saya bisa gabungkan berita awal + tanggapan ini jadi versi final lengkap satu halaman atau dibuatkan desain gambar headline kedua (lanjutan berita).
