Mediasi Berujung Damai di Oi Tui, Laporan Polisi Diharap Berakhir Restorative Justice
#BIMA — Konflik antara mitra dapur SPPG Oi Tui, Kecamatan Wera, dan penerima manfaat berujung damai setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi pemerintah setempat.
Perkara ini bermula saat pemilik dapur SPPG Oi Tui melaporkan salah satu penerima manfaat ke pihak kepolisian. Laporan tersebut dipicu oleh unggahan video yang menampilkan menu program MBG dari dapur SPPG Oi Tui, yang kemudian memicu
polemik di ruang publik.
Situasi sempat memanas hingga kasus masuk dalam penanganan Polres Bima Kota.
Namun, upaya penyelesaian secara kekeluargaan akhirnya ditempuh. Mediasi yang berlangsung di kediaman pihak terlapor, Ibu Emi, pada Rabu malam (22/4/2026), menghasilkan kesepakatan damai dan saling memaafkan.
Perdamaian ini tidak lepas dari peran Kepala Desa dan Camat Wera yang memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak.
Direktur NasPol NTB Ardiansyah sebelumnya dihubungi oleh keluarga terlapor, yang kemudian mendorong agar penyelesaian dilakukan melalui pendekatan damai.
Kesepakatan ini dinilai memenuhi prinsip Restorative Justice (RJ), yakni penyelesaian perkara yang mengedepankan pemulihan hubungan sosial dibanding proses hukum yang berkepanjangan.
Langkah damai ini menjadi pelajaran penting bahwa konflik, bahkan yang telah masuk ranah hukum, tetap bisa diselesaikan dengan komunikasi dan itikad baik.
Masyarakat berharap polemik serupa tidak kembali terjadi, terlebih dampaknya sempat menyentuh kepentingan yang lebih luas—termasuk siswa dan penerima manfaat dari dapur SPPG Oi Tui.
Pesannya jelas:
Jangan biarkan persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar yang merugikan banyak pihak. (#RED/AI/Mawardy)
#BACA JUGA:
IRT DI BIMA DIPOLISIKAN GARA-GARA KRITIK MBG IBU HAMIL
#LINK:
https://www.facebook.com/share/p/1CUqiaVDVj/
📷: Dok. Metromini Media/AI
#RestorativeJustice
#BimaDamai
#HentikanPolemik
#DewasaBerdemokrasi
#MetrominiMedia
#BeraniLugas.
