LMND Kota Bima Desak Transparansi, Kadis Dikpora Siap Hadapi Audiensi Soal Mutasi Guru dan Isu Pendidikan Lainnya

 


#KOTA BIMA – Polemik mutasi guru dan berbagai persoalan pendidikan di Kota Bima kini memasuki babak baru. Ketua LMND Kota Bima, Dian Anarkiss, memastikan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima dan sepakat menggelar audiensi resmi pada Kamis, 23 April 2026 di kantor Dikpora.

Dian menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar forum klarifikasi biasa, melainkan momentum untuk membongkar berbagai persoalan yang selama ini mencuat ke publik dan belum mendapat penjelasan terbuka dari pihak dinas. 

Menurutnya, isu penurunan Kepala Sekolah dan mutasi guru hanyalah salah satu bagian dari persoalan yang lebih besar dalam tata kelola pendidikan di Kota Bima.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kadis Dikpora dan besok akan dilakukan pertemuan resmi. Ini penting agar semua persoalan yang berkembang bisa dijelaskan secara terbuka, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi,” tegas Dian, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebut, dalam audiensi nanti LMND akan meminta penjelasan langsung terkait sejumlah isu krusial, mulai dari mekanisme pengangkatan dan penurunan Kepala Sekolah, mutasi guru, dugaan ketidakwajaran dalam penilaian kinerja, hingga persoalan distribusi jam mengajar yang berdampak pada keberlanjutan sertifikasi guru dan masalah-masalah lainnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyoroti kondisi siswa serta sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai masih jauh dari kata ideal. Serta proses pendataan dalam sistim pendidikan nasional.

“Masalah pendidikan ini saling berkaitan. Bukan hanya soal mutasi, tapi juga menyangkut nasib guru, kualitas pembelajaran siswa, dan fasilitas sekolah. Semua ini harus dijelaskan secara komprehensif oleh Dikpora. Termasuk soal dapodik,” lanjutnya.

Ia menegaskan, LMND tetap mengedepankan jalur dialog sebagai langkah awal. Namun ia juga mengingatkan, apabila pertemuan tersebut tidak menghasilkan kejelasan dan solusi konkret, maka pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil langkah lanjutan.

“Kalau cara santun ini tidak diindahkan, kami siap turun aksi. Ini bukan kepentingan kelompok, tapi menyangkut masa depan pendidikan di Kota Bima,” tegasnya.

Media Metromini menilai, audiensi ini menjadi ujian serius bagi Dikpora Kota Bima dalam menjawab berbagai polemik yang berkembang.

Publik kini menunggu apakah pihak dinas mampu membuka data dan menjelaskan dasar kebijakan secara transparan, atau justru semakin memperkuat dugaan adanya persoalan dalam sistem pengelolaan pendidikan.

Di sisi lain, pihak Dikpora masih dikonfirmasi soal klaim pertemuan ini. (#RED/AI/Mawardy)


#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #LMND #Dikpora #MutasiGuru #Pendidikan #Transparansi #Audiensi

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url