Kota Bima Darurat Parkir Liar dan Ternak Liar, Warga: “Jangan Sekadar Wacana”
#KOTA BIMA – Kondisi ketertiban umum di Kota Bima kembali menjadi sorotan. Maraknya parkir liar dan hewan ternak yang berkeliaran bebas di jalan raya dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Pemerintah Kota Bima melalui Wali Kota, H. A. Rahman H. Abidin, menegaskan komitmennya untuk melakukan penertiban sesuai Peraturan Daerah (Perda).
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi trantibum yang melibatkan sejumlah pejabat terkait, termasuk Satpol PP, Inspektorat, Dinas Perhubungan hingga Dinas Peternakan.
Namun di lapangan, keluhan warga justru semakin menguat.
Sejumlah komentar warga di media sosial menggambarkan kondisi yang dinilai sudah tidak terkendali.
Salah satu warga menyebut praktik pungutan parkir bahkan terjadi di area yang seharusnya menjadi lahan privat.
“Di area bank saja masih dipungut parkir, padahal itu lahan milik nasabah. Sangat tidak nyaman,” tulis seorang warga, Rabu, 15 April 2026.
Keluhan lain menyebut hampir semua titik strategis kini dipenuhi parkir liar, mulai dari pasar, rumah sakit, hingga kantor pemerintah.
“Bukan hanya di satu tempat, hampir di semua titik. Kota Bima sekarang lebih pantas disebut kota tukang parkir,” sindir warga lainnya.
Tak hanya itu, beban ekonomi juga dirasakan masyarakat akibat parkir liar. Dalam sehari, warga bisa mengeluarkan puluhan ribu rupiah hanya untuk biaya parkir.
“Keliling 10 toko saja bisa habis sampai Rp20 ribu. Belum lagi di pasar, tiap titik ada pungutan,” ungkap seorang warga.
Sementara itu, sebagian warga juga meragukan keseriusan pemerintah dalam menertibkan persoalan ini. Mereka menilai wacana penertiban sudah sering digaungkan, namun minim realisasi.
“Dari dulu selalu bilang mau ditertibkan, tapi tidak pernah benar-benar terjadi,” tulis komentar lainnya.
Kritik tajam juga datang dengan nada satir. Bahkan ada yang menyebut hewan ternak pun seolah “tidak takut” dengan wacana penertiban.
Fenomena ini menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kota Bima. Di satu sisi, komitmen penegakan Perda telah disampaikan. Namun di sisi lain, publik menunggu langkah nyata, bukan sekadar rapat dan pernyataan.
Jika tidak segera ditindak tegas, bukan hanya ketertiban yang terganggu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#KotaBima
#ParkirLiar
#TernakLiar
#Trantibum
#SatpolPP
#KeluhanWarga
#SorotanPublik
#BimaHariIni
