Bulog Bima Permudah Serapan Jagung, Dua Skema Pembelian Disiapkan
#KOTA BIMA, NTB — Perum Bulog Cabang Bima mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyerapan hasil panen jagung petani dengan menghadirkan dua skema pembelian yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi di lapangan.
Pimpinan Bulog Bima, Alfan Ghazali, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons atas berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi petani, terutama terkait pengemasan dan standar distribusi.
“Dua opsi ini kami siapkan agar petani tidak mengalami hambatan dalam menjual hasil panennya. Kami menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” tegasnya, Senin, 20 April 2026.
Adapun skema pertama, Bulog menerima jagung dalam bentuk kemasan karung berkapasitas 70 kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen.
"Jagung harus dipacking menggunakan jahitan mesin guna menjamin kualitas, serta mempermudah proses penyimpanan dan distribusi di gudang," ujarnya.
Sementara itu, skema kedua memberikan kelonggaran bagi petani untuk menjual jagung dalam bentuk curah (tanpa kemasan), tetap dengan kadar air 14 persen.
"Opsi ini dinilai lebih realistis bagi petani yang tidak memiliki fasilitas pengemasan memadai," kata Aflan.
Langkah ini bukan sekadar teknis, tetapi juga strategi menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Dengan penyerapan yang cepat dan terbuka, potensi anjloknya harga saat panen raya bisa ditekan.
Di sisi lain, Bulog memastikan komitmennya untuk terus membuka akses pembelian selama musim panen berlangsung. Artinya, tidak ada alasan hasil panen petani tidak terserap.
Namun di lapangan, petani jagung juga berharap adanya keadilan harga.
Mereka mendorong agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tidak hanya berlaku untuk Bulog, tetapi juga diterapkan oleh pihak swasta, sebagaimana skema pembelian gabah yang sudah lebih dulu mengacu pada standar HPP.
Harapan ini dinilai penting untuk mencegah disparitas harga di tingkat petani, sekaligus memastikan keuntungan tidak hanya dinikmati oleh rantai distribusi di atas.
Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa negara mulai lebih responsif terhadap persoalan klasik petani: akses pasar dan kepastian pembelian. Namun, pengawasan tetap menjadi kunci agar implementasi di lapangan berjalan transparan dan tepat sasaran. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BulogBima #SerapanJagung #PetaniJagung #JagungBima #HargaPetani #StabilitasHarga #PertanianNTB #BimaBangkit #KesejahteraanPetani #PanenRaya #KebijakanPublik #EkonomiDaerah #PanganNasional
