PERKEMBANGAN KASUS VIRAL DI KOTA BIMA: Lima Bulan Lalu Istri Oknum Polisi Disebut Laporkan Dugaan KDRT

KOTA BIMA | Selasa, 1 September 2026 — Perkembangan baru muncul di tengah viralnya persoalan yang menyeret nama Mega Qirani dan seorang oknum anggota Polres Bima Kota berinisial AK. Jauh sebelum peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026 di sekitar Masjid Raya Al-Muwahiddin, Kelurahan Paruga, Kota Bima, ternyata telah ada laporan terkait dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Informasi tersebut terungkap dari percakapan yang dilakukan dengan Sri Rahmiatun Binti Dahyar, yang disebut sebagai istri dari oknum polisi berinisial AK.

Dalam percakapan tersebut, Sri menyampaikan bahwa perkara KDRT telah dilaporkan sekitar lima bulan sebelumnya. Ketika ditanya mengenai waktu kejadian, Sri menjawab bahwa perkara tersebut telah dibawa ke PPA dan menyebut laporan KDRT dilakukan lima bulan lalu. 

Perkembangan perkara tersebut disebut masih berjalan. Dalam percakapan berikutnya, Sri menyampaikan bahwa dirinya sedang menuju PPA untuk pemeriksaan saksi.

Ia juga menjelaskan bahwa saksi yang diperiksa merupakan anak keduanya yang masih di bawah umur, sehingga menurut keterangannya anak tersebut harus didampingi. 

Pemeriksaan Saksi Berlangsung

Dari percakapan yang menjadi dasar informasi ini, agenda pemeriksaan saksi disebut berlangsung pada hari ini. Sri menyampaikan bahwa dirinya sedang menuju PPA untuk mendampingi proses pemeriksaan saksi.

Keterangan tersebut memberikan gambaran bahwa persoalan rumah tangga antara Sri dan oknum polisi berinisial AK ternyata telah masuk dalam proses penanganan sebelum kasus yang kini viral di media sosial.

Meski demikian, Metromini Media belum memperoleh dokumen laporan resmi, nomor laporan, maupun keterangan resmi penyidik mengenai status perkara KDRT tersebut. Karena itu, informasi mengenai laporan dan proses pemeriksaan saksi disampaikan berdasarkan percakapan yang diterima redaksi.

Terpisah dari Isu Mega Qirani

Perkembangan laporan KDRT tersebut muncul bersamaan dengan viralnya persoalan yang mengaitkan nama Mega Qirani dengan oknum polisi berinisial AK.

Sebelumnya, beredar video yang disebut memperlihatkan Sri Rahmiatun mendatangi Mega Qirani dan seorang pria di dalam sebuah mobil di sekitar Masjid Raya Al-Muwahiddin, Kelurahan Paruga.

Nama Mega Qirani sendiri dikenal melalui aktivitas bisnis produk kecantikan dan skin care. Akun media sosialnya juga menjadi perhatian setelah sejumlah unggahan lama kembali beredar.

Salah satunya adalah status tertanggal 4 Juli 2026, ketika Mega memberikan tanggapan terhadap tudingan yang ditujukan kepadanya. Dalam status tersebut, Mega pada intinya membantah tudingan yang beredar dan meminta pihak yang menuduhnya menunjukkan bukti.

Publik Menunggu Kejelasan

Munculnya informasi mengenai laporan dugaan KDRT lima bulan lalu menambah rangkaian persoalan yang kini menjadi perhatian publik.

Apakah laporan tersebut berkaitan langsung dengan persoalan yang sedang viral saat ini, serta bagaimana perkembangan proses hukumnya, masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Metromini Media tidak menyimpulkan adanya hubungan antara laporan KDRT tersebut dengan tudingan perselingkuhan yang beredar di media sosial tanpa bukti dan keterangan resmi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Sri Rahmiatun Binti Dahyar, AK, Mega Qirani, maupun pihak kepolisian/PPA untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan perkara tersebut.

Redaksi Metromini Media 

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url