Wahid Terima Kasih, Aslap BGN dan Korwil Datangi Rumahnya Urus Klaim Kecelakaan Kerja
KOTA BIMA | Selasa, 25 Agustus 2026 — Perkembangan baru terjadi dalam penanganan kecelakaan kerja yang dialami Wahid Zoelfikar, warga Tanjung, RT 07/RW 03, yang sebelumnya bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Penaraga, Kota Bima.
Setelah sebelumnya mempertanyakan kejelasan pengurusan jaminan kecelakaan kerja, Wahid kini mengaku didatangi langsung oleh Korwil bersama Aslap BGN, pihak SPPG Penaraga dan tenaga terkait.
Menurut Wahid, mereka datang ke rumahnya sambil membawa berkas yang berkaitan dengan proses pengurusan BPJS Ketenagakerjaan.
“Korwil sama Aslap datang ke rumah, Bang, sambil bawa berkas yang di BPJS itu. Habis itu mereka kasih tahu saya, hari Rabu pagi ke rumah sakit buat diurus surat keterangan dokter dan segala macam,” ujar Wahid kepada Metromini Media.
Wahid menjelaskan, dirinya diminta mendatangi rumah sakit untuk melengkapi surat keterangan dokter dan dokumen lain yang diperlukan. Setelah dokumen tersebut selesai, proses pengurusan akan dilanjutkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
“Nanti biar lanjut diurus ke BPJS, biar bisa diklaim itu santunannya, santunan kecelakaan kerjanya, Bang,” katanya.
Atas langkah tersebut, Wahid menyampaikan terima kasih kepada Aslap BGN, Korwil, pihak SPPG Penaraga dan tenaga terkait yang telah datang langsung ke rumahnya dan mulai memberikan pendampingan dalam pengurusan administrasi.
Berawal dari Kecelakaan di Dapur
Sebelumnya, Wahid menceritakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi ketika dirinya sedang menjalankan pekerjaan di dapur SPPG Penaraga.
Saat itu, Wahid bertugas di bagian memasak nasi. Setelah pekerjaannya selesai, ia mengaku hendak membantu pekerja lain yang sedang memasak. Namun, kompor gas di lokasi disebut tiba-tiba mengalami letupan.
Wahid mengaku secara refleks berusaha membantu mematikan kompor. Dalam proses itu, selang gas disebut terlepas dan api kemudian menyambar hingga menyebabkan dirinya mengalami luka.
Usai kejadian, Wahid mengaku sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut keterangannya, ia mendapatkan perawatan selama beberapa jam sebelum kemudian dipulangkan.
Persoalan kemudian mencuat ketika Wahid mempertanyakan kelanjutan penanganan dan kepastian jaminan kecelakaan kerja yang dapat diperolehnya.
Ia sebelumnya mengaku sempat mengalami kebingungan dalam mengurus sejumlah dokumen dan mencari kejelasan mengenai mekanisme pengajuan klaim.
Kini, dengan datangnya Korwil, Aslap BGN dan pihak terkait ke rumahnya, Wahid berharap proses tersebut benar-benar berlanjut hingga ada kepastian mengenai klaim santunan kecelakaan kerja.
Wahid pun mengapresiasi langkah yang telah dilakukan pihak terkait dan berharap pengurusan surat keterangan dokter serta dokumen pendukung lainnya dapat segera diselesaikan agar proses klaim ke BPJS Ketenagakerjaan dapat ditindaklanjuti.
