Firdaus Tegaskan Siap Bayar Lunas Tagihan Dokumentasi Festival Rimpu Mantika Jika Ada Perjanjian

 

KOTA BIMA | Selasa, 25 Agustus 2026 — Ketua STIE, Firdaus, akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik tagihan jasa dokumentasi kegiatan Festival Rimpu Mantika 2026 yang sebelumnya mencuat melalui pernyataan Firna Fajrin Sarujin.

Firdaus menegaskan bahwa dirinya siap melunasi tagihan yang telah dilayangkan. Namun, ia mempertanyakan dasar hubungan kerja atau perjanjian antara dirinya dengan pihak yang mengajukan tagihan tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi bahwa invoice tagihan kegiatan Festival Rimpu Mantika telah dilayangkan, Firdaus memberikan jawaban singkat.

“Sudah dia layangkan. Akan saya bayar lunas, kalau saya punya perjanjian dengan dia,” tegas Firdaus melalui pesan singkat, Selasa (25/8/2026).

Sebelumnya, Firdaus juga menyampaikan bahwa dirinya telah meminta pertemuan dengan pihak terkait dan Admin Mbojo Inside untuk membicarakan persoalan tersebut.

“Sudah saya minta ketemu dengan dia dan Admin Mbojo Inside nanti,” tulis Firdaus.

Pernyataan Ketua STIE tersebut menjadi tanggapan terbaru atas polemik dokumentasi Festival Rimpu Mantika 2026.

Sebelumnya, Firna Fajrin Sarujin mengungkap kronologi keterlibatan timnya dalam pekerjaan dokumentasi foto dan video kegiatan Festival Rimpu Mantika 2026.

Menurut Firna, keterlibatan timnya bermula dari adanya komunikasi dan pembahasan mengenai kebutuhan dokumentasi kegiatan. Setelah itu, dilakukan pertemuan dan pembicaraan terkait bentuk pekerjaan, kebutuhan personel, serta harga jasa dokumentasi.

Tim Firna kemudian disebut turun langsung untuk menangani dokumentasi kegiatan. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan meliputi pengambilan foto dan video serta proses editing materi dokumentasi.

Firna juga menyebut timnya bekerja selama rangkaian kegiatan berlangsung. Bahkan, menurut penjelasannya, terdapat proses revisi terhadap hasil pekerjaan yang tetap dikerjakan oleh tim dokumentasi tersebut.

Namun, persoalan kemudian muncul ketika Firna dan timnya tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan berikutnya yang berkaitan dengan STIE. Firna menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut pekerjaan lanjutan, tetapi juga menyangkut pembayaran jasa dokumentasi Festival Rimpu Mantika yang menurutnya belum diselesaikan.

Ia kemudian menyatakan akan memperjuangkan hak timnya dan melayangkan invoice tagihan atas pekerjaan yang telah dilakukan.

Kini, pernyataan Firdaus bahwa dirinya siap membayar lunas apabila terdapat perjanjian menjadi titik penting dalam polemik tersebut.

Perbedaan pandangan yang mencuat berada pada dasar hubungan kerja antara pihak-pihak yang terlibat. Di satu sisi, pihak Firna mengklaim telah melakukan pekerjaan dokumentasi berdasarkan komunikasi dan kesepakatan yang terjadi sebelumnya. Di sisi lain, Firdaus mempertanyakan apakah terdapat perjanjian antara dirinya dengan pihak yang melayangkan tagihan.

Persoalan tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk kesepakatan yang terjadi, termasuk siapa pihak yang memberikan pekerjaan, kepada siapa jasa dokumentasi tersebut ditagihkan, serta bukti komunikasi atau perjanjian yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan.

Metromini Media membuka ruang hak jawab bagi Firna Fajrin Sarujin, Ketua STIE Firdaus, Admin Mbojo Inside, pihak penyelenggara Festival Rimpu Mantika 2026, serta pihak lain yang berkaitan untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi secara utuh.

Redaksi Metromini Media 

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url