Ayah Bocah yang Meninggal Saat Dirujuk ke Mataram Akan Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Kelalaian RSUD Bima Menguat
BIMA | Selasa, 14 Juli 2026 - Kasus meninggalnya M. Alfa Firdaus (10), bocah asal Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, saat dirujuk dari RSUD Bima menuju RSUP Provinsi NTB di Mataram terus menjadi sorotan publik.
Setelah putranya dimakamkan, sang ayah, Abdul Munir, akhirnya angkat bicara. Ia mengaku menerima kepergian anaknya sebagai takdir, namun mempertanyakan dugaan kelalaian dalam pelayanan medis yang menurutnya terjadi selama proses rujukan.
Menurut Abdul Munir, peristiwa nahas itu terjadi saat ambulans yang membawa putranya berada di atas kapal penyeberangan lintas Poto Tano–Kayangan. Ia mengaku tabung oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan korban diduga habis di tengah perjalanan.
Akibatnya, korban yang sebelumnya dalam kondisi tidak sadar dan mengalami gangguan pernapasan disebut mengalami kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia sebelum tiba di RSUP NTB.
"Saya menerima takdir kematian anak saya, tetapi bukan dengan jalan seperti itu," ungkap Abdul Munir, Senin, 13 Juli 2026.
Ia juga membantah isu yang beredar di media sosial bahwa dirinya bersama keluarga mengeroyok perawat pendamping pasien.
Menurut pengakuannya, ia hanya menampar satu kali petugas pendamping berinisial AR karena terpancing emosi setelah mengetahui kondisi tabung oksigen diduga telah kosong.
"Isu dikeroyok di kapal itu tidak benar. Saya hanya menampar satu kali karena emosi," tegasnya.
Abdul Munir yang sehari-hari bekerja di tambang rakyat mengaku memahami penggunaan tabung oksigen. Berdasarkan pengamatannya, tabung oksigen yang dipakai selama perjalanan diduga bukan tabung penuh sehingga tidak mampu menopang kebutuhan pasien hingga tiba di rumah sakit tujuan.
Selain itu, ia juga menduga ambulans yang digunakan bukan kendaraan operasional tetap untuk rujukan pasien kritis. Dugaan tersebut, menurutnya, akan menjadi bagian dari laporan yang akan disampaikan kepada aparat penegak hukum.
"Bukti-bukti dugaan kelalaian sudah saya kantongi. Pihak RSUD akan saya laporkan ke polisi," ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sehari sebelum dirujuk ke Mataram, M. Alfa Firdaus mengalami kecelakaan tunggal saat dibonceng temannya. Setelah menjalani perawatan di RSUD Bima, tim medis memutuskan pasien dirujuk ke RSUP NTB karena membutuhkan penanganan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Bima, dr. Ihsan, belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dugaan kelalaian maupun kondisi ambulans dan tabung oksigen yang digunakan dalam proses rujukan tersebut.
Metromini Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak RSUD Bima, Dinas Kesehatan, serta aparat penegak hukum guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. (RED)
