Kelanjutan Proyek Kolam Retensi Amahami Dipertanyakan, Muncul Sengketa Lahan di Lokasi yang Digeser
https://www.metrominimedia.com/2026/06/kelanjutan-proyek-kolam-retensi-amahami.html
METROMINIMEDIA.com
Berani & Lugas
#KOTA BIMA — Kelanjutan proyek pembangunan Kolam Retensi Amahami yang merupakan bagian dari Program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) kembali menjadi sorotan publik. Warga mempertanyakan kepastian pelaksanaan proyek setelah muncul kembali klaim kepemilikan lahan oleh warga pada lokasi yang disebut sebagai area pengganti dari lokasi sebelumnya.
Sejumlah warga mengaku khawatir sengketa lahan yang kembali mencuat dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek yang selama ini diharapkan menjadi solusi pengendalian banjir di kawasan Amahami dan sekitarnya.
“Yang menjadi pertanyaan masyarakat sekarang adalah bagaimana kelanjutan proyek kolam retensi di Amahami. Setelah lokasi sebelumnya bermasalah dan digeser, kini muncul lagi plang kepemilikan warga di lokasi yang baru,” ujar salah seorang warga kepada Metromini Media, Senin (1/6/2026).
Di sisi lain, masyarakat menilai proyek tersebut merupakan satu kesatuan kegiatan yang telah direncanakan pemerintah dengan nilai anggaran yang cukup besar. Sebagian pekerjaan bahkan telah berjalan, termasuk pembangunan kolam retensi yang berada di kawasan Taman Ria.
Karena itu, muncul pertanyaan mengenai nasib pekerjaan lain dalam paket proyek yang disebut-sebut bernilai sekitar Rp60 miliar dan menjadi bagian dari Program NUFReP. Warga berharap pemerintah memberikan kepastian agar pelaksanaan proyek tidak terhambat akibat persoalan status lahan.
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menegaskan bahwa selama lahan tersebut masih tercatat dalam daftar inventaris aset yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Bima kepada Pemerintah Kota Bima, maka lahan itu tetap merupakan aset milik Pemerintah Kota Bima.
> “Selama itu masuk dalam daftar inventaris aset yang diserahkan oleh Pemkab ke Pemkot, maka aset tersebut adalah milik Pemkot,” ujar Fakhrunraji.
Namun demikian, Fakhrunraji juga mengakui bahwa saat ini kembali terjadi sengketa lahan di kawasan yang direncanakan untuk pembangunan Kolam Retensi Amahami.
Masyarakat kini menunggu kepastian pemerintah terkait nasib proyek tersebut. Pasalnya, selain menyangkut pengendalian banjir, proyek ini juga menjadi bagian dari program strategis yang telah direncanakan untuk mendukung penataan kawasan perkotaan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek masih dalam proses konfirmasi oleh Metromini Media guna memperoleh penjelasan mengenai status lahan, dampak sengketa terhadap pelaksanaan pekerjaan, serta kepastian kelanjutan proyek Kolam Retensi Amahami. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#KotaBima
#Amahami
#KolamRetensi
#NUFReP
#SengketaLahan
#PemkotBima
#PengendalianBanjir



Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.