RAGAM TANGGAPAN WARGANET SKANDAL DAPODIK DI SDN 19 KOTA BIMA "Orang Tua Lapor Polisi, Dugaan Maladministrasi Menguat"

 



#KOTA BIMA – Kasus enam siswa kelas VI SDN 19 Kota Bima yang tidak terdaftar dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga terancam gagal mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) memicu polemik serius. Orang tua siswa bahkan telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi berpotensi merampas hak dasar siswa dalam memperoleh evaluasi pendidikan secara nasional.

Fakta terungkap pada 1 April 2026 saat pihak sekolah menyampaikan bahwa siswa tidak bisa mengikuti TKA karena tidak tercatat dalam Dapodik.

Salah satu wali murid, Muhammad Syamsul Hardi, menyebut kondisi ini sangat janggal.

“Ada enam anak. Tiga sejak kelas 1, dan tiga lainnya murid pindahan. Tapi semuanya tidak masuk dalam Dapodik,” ujarnya, kemarin.

#TKA Jadi Indikator, Masalah Dapodik Terbongkar

Ketidakikutsertaan dalam TKA—even dalam bentuk gladi—merupakan indikator penting untuk mengukur status siswa dalam sistem nasional (Dapodik).

Siswa yang tidak terjaring dalam TKA hampir dipastikan memiliki masalah serius dalam pendataan.

#Dua kategori siswa yang terdampak:

Siswa aktif sejak kelas 1 hingga kelas 6

Siswa pindahan pada kelas 4, 5, atau 6

Pada kategori pertama, kejanggalan sangat mencolok. Siswa telah menerima rapor selama bertahun-tahun, yang secara sistem terintegrasi dengan Dapodik.

Selain itu, sekolah juga menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berdasarkan jumlah siswa, dengan kisaran sekitar Rp1 juta per siswa per tahun.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar:

Bagaimana mungkin siswa aktif, menerima rapor dan pembiayaan, tetapi tidak terdaftar dalam Dapodik?

Pada kategori kedua, proses mutasi siswa seharusnya tuntas melalui rekomendasi pelepasan dan penerimaan, lalu diinput ke sistem Dapodik. Jika tidak, maka dugaan maladministrasi sangat kuat, bahkan berpotensi mengarah pada pemalsuan dokumen.

#Dampak Fatal: Bisa Kehilangan Masa Depan Akademik

Kasus ini semakin krusial jika TKA dilaksanakan paralel dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Dampak yang berpotensi terjadi:

Siswa tidak memiliki nilai TKA untuk seleksi masuk SMP jalur prestasi

Siswa tidak memiliki nilai ANBK yang berkontribusi pada penilaian ijazah

Artinya, siswa bisa kehilangan dua instrumen penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus.

Warganet Bereaksi Keras

Kasus ini memantik kemarahan publik di media sosial. Banyak warganet menilai ini sebagai kelalaian fatal.

“Kalau TKA paralel dengan ANBK, ini bukan lagi masalah kecil. Ini hancurkan masa depan anak,” tulis salah satu warganet.

“Sekolah 6 tahun, dapat rapor, BOS jalan, tapi tidak masuk Dapodik? Ini bukan kelalaian biasa,” komentar lainnya.

“Tanpa nilai TKA, mereka otomatis tersingkir dari jalur prestasi. Siapa yang bertanggung jawab?” tegas warganet.

Namun, sebagian masih berharap ada solusi jika pelaksanaan TKA tidak digabung dengan ANBK.

#Dugaan Penyebab Maladministrasi

Sejumlah faktor diduga menjadi akar persoalan, khususnya pada masa kepemimpinan sebelumnya:

Rendahnya pemahaman kepala sekolah terhadap tupoksi

Minimnya supervisi dan monitoring internal

Tekanan terhadap operator sekolah tanpa dukungan memadai

Lemahnya pengawasan dari dinas melalui pengawas sekolah

Minimnya koordinasi antar operator Dapodik

Rendahnya kredibilitas dan akuntabilitas penilaian kinerja kepala sekolah

#Desakan Evaluasi dan Penegakan Hukum

Orang tua siswa telah melaporkan kasus ini ke polisi atas dugaan ketidaksesuaian administrasi hingga indikasi pemalsuan dokumen.

Publik kini mendesak agar:

Hak siswa segera dipulihkan

Pemerintah daerah dan dinas pendidikan turun tangan serius

Pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum

Kasus ini menjadi alarm keras bagi tata kelola pendidikan di daerah. 

Jika tidak ditangani secara serius, bukan hanya enam siswa yang dirugikan—tetapi kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan bisa runtuh. (#RED/AI/Mawardy)

‎#BACA JUGA:

6 Siswa Gagal Ikut TKA, Kadis Dikpora Terbang ke Jakarta, Walikota Perintahkan Inspektorat Turun Tangan

‎#LINK

‎https://www.facebook.com/share/p/1Dk2eXir2c/

📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia

#BeraniDanLugas

#KotaBima

#SDN19Bima

#Dapodik

#TKA

#ANBK

#HakSiswa

#LaporPolisi

#KasusPendidikan

#SorotanPublik

Related

Pendidikan 8946386944159662183

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item