Aset Pariwisata Kota Bima Terbengkalai, Arif Hidayat Alias “Nico” Sorot Kinerja Dinas

 


#KOTA BIMA — Kondisi aset pariwisata milik Pemerintah Kota Bima kini menuai sorotan tajam. Arif Hidayat alias Nico secara terbuka mengkritik pengelolaan aset di bawah Dinas Pariwisata yang dinilai kian memprihatinkan.

Sejumlah aset, baik bergerak maupun tidak bergerak, disebut tidak terawat dan tidak dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, aset-aset tersebut sejatinya memiliki potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu yang disorot adalah keberadaan speed boat penarik banana boat dan jetski yang sebelumnya menjadi ikon wisata bahari pada masa kepemimpinan M. Lutfi. 

Kini, keberadaannya tidak jelas, memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dan manajemen aset.

Tak hanya itu, aset FIX La Luna juga dilaporkan terbengkalai tanpa perawatan. Informasi yang beredar menyebutkan adanya pengusaha lokal yang sempat berminat menyewa dengan penawaran Rp15 juta per tahun. 

Namun, alih-alih dimanfaatkan, tarif justru dinaikkan menjadi Rp70 juta per tahun, yang dinilai tidak realistis dan berpotensi menghambat investasi.

Sorotan juga mengarah pada Banawa Nusantara, wahana wisata laut yang dulunya menjadi daya tarik di wilayah barat Kota Bima. 

Kini dipindahkan ke wilayah timur dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, muncul laporan bahwa kapal tersebut mengalami kebocoran. 

Keberadaan mesin dan sistem navigasi bernilai ratusan juta rupiah pun dipertanyakan.

Tak kalah mengkhawatirkan, peralatan diving dan mesin pengisi oksigen yang sebelumnya diadakan juga tidak jelas kondisi maupun pemanfaatannya hingga saat ini.

Nico menilai kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola aset daerah. 

“Ini bukan sekadar soal aset rusak, tapi soal tanggung jawab. Aset ini dibeli dengan uang rakyat, tapi dibiarkan tidak memberi manfaat bagi rakyat,” tegasnya, Rabu, 22 April 2026.

Lebih lanjut, ia juga menyentil fokus kepemimpinan di Dinas Pariwisata. Menurutnya, perhatian yang seharusnya diarahkan pada pengembangan sektor wisata justru terkesan teralihkan.

“Kalau tidak mampu mengurus pariwisata, jangan sampai publik bertanya—lebih cocok jadi apa? Bahkan muncul sindiran, apakah lebih tepat mengurus ternak liar sebagai Kasat Pol PP?” ujarnya tajam.

Kondisi ini memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Pariwisata.

Transparansi, akuntabilitas, serta pemanfaatan aset secara maksimal dinilai menjadi kunci agar sektor pariwisata Kota Bima tidak terus merosot.

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah. Apakah pembiaran ini akan terus berlanjut, atau justru menjadi titik balik pembenahan?

Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata Kota Bima masih dimintai tanggapannya terkait sorotan warga Kota Bima itu. (#RED/AI/Mawardy)


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #PariwisataBima #AsetDaerah #PAD #SorotanPublik #TransparansiAnggaran #Akuntabilitas #EvaluasiKinerja #DinasPariwisata #BanawaNusantara #LaLunaBima #WisataBima #BimaBerbenah

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url