MENU MBG IBU MENYUSUI DISOROT, SPPG TANJUNG DIMINTA TAK ASAL SAJI MENU MBG

 


#KOTA BIMA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini, menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung menuai keluhan dari ibu menyusui penerima manfaat di Kelurahan Tanjung, Rabu (15/4/2026) kemarin.

Seorang ibu rumah tangga berinisial AT mengaku kecewa dengan kualitas dan porsi makanan yang diterimanya. Menu yang disajikan disebut hanya terdiri dari nasi, tempe, sayur dalam jumlah minim, orak-arik, enam ekor udang kecil, serta satu buah jeruk berukuran kecil.

“Udang enam biji, tempe sepotong, sayur satu sendok, sama jeruk kecil. Itu menunya hari ini,” ungkap AT dengan nada kecewa, kemarin.

Menurutnya, menu tersebut jauh dari kata layak untuk ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi lebih tinggi demi kesehatan ibu dan bayinya. Ia juga menilai nilai makanan yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan nutrisi harian.

Tak hanya itu, AT membandingkan menu saat ini dengan sebelum bulan puasa. Kala itu, menurutnya, variasi makanan lebih baik dan bahkan dilengkapi susu sebagai penunjang gizi.

“Dulu sebelum puasa, menunya lebih bagus, ada tambahan susu. Sekarang malah tiap hari cuma makanan basah,” keluhnya.

Selain soal kualitas dan porsi, AT juga menyoroti proses distribusi makanan. Ia menyebut, pada awalnya makanan dari pihak dapur dibawa menggunakan ompreng. Namun, tak lama kemudian, penerima manfaat diminta mengganti wadah untuk jatah ibu hamil atau kelompok B3.

“Awalnya dibawa pakai ompreng dari dapur, tapi langsung diminta pindah ke wadah lain untuk jatah ibu hamil,” tambahnya, Kamis, 16 April 2026.

Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait standar distribusi dan higienitas dalam penyaluran makanan program MBG.

AT kembali meluapkan keluhannya Kamis (16/4/2026). AT menyebut menu yang diterima hanya berupa tumis kol sawi putih, ayam kecap, nasi, tempe goreng dan jeruk.

Lagi-lagi, ia mempertanyakan kandungan gizi dan kelayakan menu tersebut.

Ia bahkan memperkirakan nilai makanan yang diterima tidak mencapai Rp10 ribu, memicu pertanyaan soal standar anggaran dan pengelolaan program MBG di tingkat pelaksana.

Program MBG yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, justru dinilai belum maksimal di lapangan.

Minimnya porsi, kurangnya variasi, hingga persoalan distribusi menjadi catatan serius.

Menanggapi hal ini, Koordinator Wilayah BGN Kota Bima, Ery, menyatakan pihaknya akan segera melakukan klarifikasi.

“Terima kasih atas informasinya. Saat ini kami akan melakukan pengecekan untuk memastikan kesesuaian menu dan porsinya,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

#Metromini Media menilai, program sebesar MBG tidak boleh dijalankan setengah hati.

Pengawasan ketat, transparansi anggaran, standar gizi, hingga sistem distribusi yang layak adalah keharusan, bukan pilihan. 

Jika tidak, program ini berpotensi hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat. (#RED/AI/Mawardy) 


#BACA JUGA:

Menu SPPG Tanjung untuk Ibu Menyusui Disorot


#LINK:

https://www.facebook.com/share/p/1E6wBLms96/

#MetrominiMedia

#BeraniDanLugas

#MBG

#MakanBergiziGratis

#SPPGTanjung

#KotaBima

#IbuMenyusui

#IbuHamil

#GiziMasyarakat

#SorotanPublik

#PelayananPublik

#TransparansiAnggaran

#KesehatanIbuDanAnak

#BimaHariIni

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url