Dukungan KONI Kabupaten Bima Dipersoalkan, Warganet Soroti Rekomendasi untuk Gubernur NTB
BIMA | Kamis, 20 Agustus 2026— Dukungan KONI Kabupaten Bima dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI NTB menuai sorotan. Seorang pengguna media sosial, Marwadaud, mempertanyakan arah rekomendasi KONI Kabupaten Bima yang disebut lebih memilih mendukung Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, ketimbang figur yang dinilai memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga.
Dalam unggahannya di Facebook pada 19 Agustus 2026, Marwadaud menyinggung prestasi olahraga NTB pada PON Aceh-Sumatera Utara tahun 2024. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pengurus KONI NTB periode sebelumnya.
Menurut unggahan tersebut, NTB berhasil meraih total 54 medali, terdiri dari 16 medali emas, 17 perak, dan 21 perunggu.
“Yang membuat NTB digadang-gadang akan menjadi tuan rumah Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 adalah hasil jerih payah pengurus KONI prov,” tulis Marwadaud.
Ia juga menyoroti perjalanan karier Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang sebelumnya dikenal berkiprah di dunia diplomatik, termasuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki.
Marwadaud mempertanyakan dukungan KONI Kabupaten Bima kepada Gubernur NTB dalam kontestasi tersebut, dengan alasan figur yang didukung dinilai belum memiliki pengalaman sebagai pengurus atau pejabat KONI di tingkat daerah.
“Saya masih terheran-heran dan tidak habis pikir dengan pilihan KONI Kab Bima yang memberi dukungan berupa rekomendasi kepada sang Gubernur ketimbang sang pejuang KONI,” tulisnya.
Dalam unggahan itu, Marwadaud juga menyampaikan dugaan pribadinya mengenai alasan di balik pilihan KONI Kabupaten Bima. Namun, dugaan tersebut merupakan opini pribadi dari pengunggah dan belum dapat dibuktikan secara independen.
Polemik ini menambah sorotan terhadap proses kontestasi Ketua KONI NTB. Dukungan dari KONI kabupaten/kota menjadi perhatian karena dinilai akan menentukan arah kepemimpinan olahraga NTB ke depan.
Metromini Media menilai KONI Kabupaten Bima perlu menjelaskan secara terbuka dasar dan pertimbangan di balik pemberian rekomendasi tersebut. Publik berhak mengetahui apakah keputusan itu benar-benar didasarkan pada kepentingan kemajuan olahraga atau pertimbangan lainnya.
SUMBER: Unggahan akun Facebook Marwadaud | Rabu, 19 Agustus 2026
METROMINI MEDIA — Berani & Lugas

