Desakan Evaluasi Direktur RSUD Bima Menguat, Warganet Soroti Penonaktifan Nakes
Kebijakan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sejumlah warganet menilai langkah penonaktifan terhadap nakes tidak menyentuh akar persoalan dan justru dianggap membebankan tanggung jawab kepada petugas di lapangan.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan menyebut tenaga kesehatan sebagai "pahlawan kemanusiaan" dan mempertanyakan alasan penonaktifan nakes, sementara pimpinan rumah sakit dinilai belum ikut bertanggung jawab secara langsung. Unggahan tersebut bahkan mendesak agar evaluasi juga diarahkan kepada Direktur RSUD Bima.
Di sisi lain, unggahan lain dari seorang tenaga kesehatan turut mempertanyakan peran organisasi profesi keperawatan dalam memberikan pendampingan hukum maupun advokasi terhadap anggotanya yang sedang menghadapi persoalan.
Dalam unggahan itu disampaikan harapan agar organisasi profesi tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memberikan perlindungan kepada anggotanya ketika menghadapi masalah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lanjutan dari manajemen RSUD Bima mengenai mekanisme evaluasi terhadap jajaran pimpinan maupun perkembangan penanganan kasus tersebut. (RED)
SUMBER: Pantauan media sosial dan pernyataan Direktur RSUD Bima yang beredar di publik.
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"

